Sabtu, 17 November 2012

Berita Peristiwa dan Fenomena




Pohon Tumbang


Hujan yang disertai angin kencang telah menumbangkan sebuah pohon besar pada Jum’at, 2 November 2012 di Jl. Leo, Bekasi Selatan. Hal ini menyebabkan tertutupnya jalur mobil dan motor yang biasanya melewati jalan tersebut. Beberapa mobil terpaksa memutar melewati jalan yang memiliki jarak tempuh lebih jauh untuk menuju ke jalan raya besar.
Lambatnya tindakan dari masyarakat membuat jalan tersebut ramai dengan beberapa kendaraan serta masyarakat yang ingin melihat keadaan jalan. Namun akhirnya beberapa warga bergotong-royong untuk menggeser pohon tersebut dari badan jalan agar tidak menghambat para pemakai jalan.



Kecelakaan Bus

        Dua mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang meninggal dunia dalam kecelakaan bus pada Minggu, 4 November 2012 di Baturaden. Keduanya adalah penumpang bus PO Raharja yang mengangkut rombongan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Indonesia yang baru saja mengikuti seminar.
            Kecelakaan diduga akibat rem yang blong. Pertama kali bus menabrak dua sepeda motor yang kemudian menabra sebuah mobil, pohon dan baru berhenti setelah menabrak bangunan bengkel sepeda motor. Sementara, tiga korban lainnya adalah supir bus dan dua warga yang mengendarai sepeda motor.


Banjir

         Memasuki bulan November, hujan mulai turun membasahi permukaan tanah. Beberapa hari belakangan ini hujan turun hamper setiap hari di kawasan Bekasi Selatan, Jaka Setia. Hujan yang disertai angin kencang ini tidak hanya menumbangkan pohon namun juga menyebabkan banjir. Warga khawatir tanggul tidak akan mampu menahan air jika hujan tak kunjung berhenti.
            Ketakutan warga akhirnya terjadi pada 16 November 2012, hujan yang turun sepanjang hari Jum’at tersebut akhirnya membuat tanggul tidak mampu lagi menahan air. Air mulai mengalir melewati tanggul dan masuk kerumah-rumah warga. Beruntungnya, banjir hanya sampai semata kaki. Warga pun mengantisipasinya dengan memindahkan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi
           

Senin, 29 Oktober 2012

Jatiluhur Reservoir



Jatiluhur Reservoir is the biggest reservoir in Indonesia. That reservoir named by government of Accumulating Basin Ir. H. Djuanda, with the lake panorama which broadness 8.300 ha. This place start builded since year 1957 by contractor of origin French. The available of water potency equal to 12,9 billion m3 / year. This reservoir is the first multi purpose reservoir in Indonesia.
Jatiluhur is functioning as PLTA with the biggest limpasan system in the world. Beside that, area Jatiluhur own a lot of adequate recreation facility. For example, hotel and bungalow, bar and restaurant, tennis court, bilyard, encampment, swimming pool, meeting room, medium of recreation, etc. There is also a  water sport, like raw, as fluent as wind, cruiser, water ski, boating and other. In territorial water of Jatiluhur there are also the cultivation of some fish that make the visitor interested.
            I went to this place in 2010, my father recommended us to go there. The first time when we arrived there I think it should be interesting. The first thing that I did with my family is travelling around the barrage with boat. Even the view is only the water, we really enjoyed the view and the wind that made us feeling fresh and free. Not only that, we also visit the cultivation of the fish which is full of the fresh fish. I think this place is good enough for you to remove your weariness.