Perjalanan
Menuju Yogyakarta
Pada
liburan semester kemarin saya dan beberapa teman memutuskan untuk berlibur ke
Yogyakarta. Kebetulan, salah satu dari kami memiliki saudara yang tinggal disana,
jadi kami memutuskan untuk menginap disana selama beberapa hari. Kereta adalah pilihan
kami sebagai alat transportasi agar lebih cepat sampai.
Kami berangkat pada Sabtu malam. Hawa dingin
yang menusuk tidak menurunkan keceriaan kami. Perjalanan yang kami tempuh hampir
10 jam. Sepanjang perjalanan kami habiskan dengan bercerita dan tertawa. Pedagang
yang keluar masuk kereta membuat kami membeli beberapa makanan dan minuman yang
mereka tawarkan walaupun sebenarnya kami sudah membawa sedikit cemilan.
Pada pukul 07.00 pagi kereta kami hampir sampai di
Stasiun Lempuyangan. Badan kami terasa pegal karena hanya beberapa jam waktu di
kereta yang kami habiskan untuk tidur. Oleh karena itu, pertama kali sampai disana
, hal yang kami lakukan adalah mandi lalu tidur.
Kami bangun pada siang hari dan langsung
berencana untuk pergi berbelanja ke Malioboro. Masing-masing kami mulai melihat-melihat
barang yang menarik untuk dibeli. Berbelanja ini itu membuat kami lupa waktu. Karena
sudah mulai malam, maka kami memutuskan untuk pulang. Banyaknya barang yang
menarik membuat kami pulang membawa banyak tentengan plastik.
Keesokan
harinya, kami berencana untuk mengunjungi pantai yang belum terjamah banyak manusia
yaitu Pantai Goa Cemara. Benar saja, saat sampai disana hanya sedikit orang
yang berkunjung. Ombak disana pun cukup tinggi, oleh karena itu kami tidak berlama-lama
disana. Kami akhirnya memutuskan untuk pergi ke Parangtritis dan menghabiskan
sore hari kami disana. Berjalan di pinggir pantai menikmati saat ombak menyentuh
lembut kaki kami.
Pada hari terakhir kami disana, tidak banyak
yang kami lakukan, kami pergi untuk membeli beberapa oleh-oleh khas Yogyakarta
untuk dibawa pulang. Setelah itu, kami segera kembali kerumah dan mulai membereskan
barang-barang kami. Kami berangkat menuju Stasiun Tugu sehabis maghrib agar
tidak terlalu terburu-buru.
Tidak
lama setelah sampai disana, kereta kami pun datang. Kami lalu pamit kepada paman
dan tante dari teman kami yang sudah begitu baik menjaga kami selama disana. Begitu
juga dengan keponakan teman kami yang manis yang pastinya akan kami rindukan.
Kami pulang dengan membawa kenangan manis dari Yogyakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar