Minggu, 07 April 2013

Kepariwisataan 2.Yogyakarta.Diana Stephanie.3SA05



Perjalanan Menuju Yogyakarta

          Pada liburan semester kemarin saya dan beberapa teman memutuskan untuk berlibur ke Yogyakarta. Kebetulan, salah satu dari kami memiliki saudara yang tinggal disana, jadi kami memutuskan untuk menginap disana selama beberapa hari. Kereta adalah pilihan kami sebagai alat transportasi agar lebih cepat sampai.
          Kami berangkat pada Sabtu malam. Hawa dingin yang menusuk tidak menurunkan keceriaan kami. Perjalanan yang kami tempuh hampir 10 jam. Sepanjang perjalanan kami habiskan dengan bercerita dan tertawa. Pedagang yang keluar masuk kereta membuat kami membeli beberapa makanan dan minuman yang mereka tawarkan walaupun sebenarnya kami sudah membawa sedikit cemilan.
          Pada pukul  07.00 pagi kereta kami hampir sampai di Stasiun Lempuyangan. Badan kami terasa pegal karena hanya beberapa jam waktu di kereta yang kami habiskan untuk tidur. Oleh karena itu, pertama kali sampai disana , hal yang kami lakukan adalah mandi lalu tidur.
          Kami bangun pada siang hari dan langsung berencana untuk pergi berbelanja ke Malioboro. Masing-masing kami mulai melihat-melihat barang yang menarik untuk dibeli. Berbelanja ini itu membuat kami lupa waktu. Karena sudah mulai malam, maka kami memutuskan untuk pulang. Banyaknya barang yang menarik membuat kami pulang membawa banyak tentengan plastik.
Keesokan harinya, kami berencana untuk mengunjungi pantai yang belum terjamah banyak manusia yaitu Pantai Goa Cemara. Benar saja, saat sampai disana hanya sedikit orang yang berkunjung. Ombak disana pun cukup tinggi, oleh karena itu kami tidak berlama-lama disana. Kami akhirnya memutuskan untuk pergi ke Parangtritis dan menghabiskan sore hari kami disana. Berjalan di pinggir pantai menikmati saat ombak menyentuh lembut kaki kami.
          Pada hari terakhir kami disana, tidak banyak yang kami lakukan, kami pergi untuk membeli beberapa oleh-oleh khas Yogyakarta untuk dibawa pulang. Setelah itu, kami segera kembali kerumah dan mulai membereskan barang-barang kami. Kami berangkat menuju Stasiun Tugu sehabis maghrib agar tidak terlalu terburu-buru.
Tidak lama setelah sampai disana, kereta kami pun datang. Kami lalu pamit kepada paman dan tante dari teman kami yang sudah begitu baik menjaga kami selama disana. Begitu juga dengan keponakan teman kami yang manis yang pastinya akan kami rindukan. Kami pulang dengan membawa kenangan manis dari Yogyakarta.




Kepariwisataan 2.Jatiluhur Reservoir.Diana Stephanie.3SA05.



Jatiluhur Reservoir

Jatiluhur Reservoir is the biggest reservoir in Indonesia. That reservoir named by government of Accumulating Basin Ir. H. Djuanda, with the lake panorama which broadness 8.300 ha. This place start builded since year 1957 by contractor of origin French. The available of water potency equal to 12,9 billion m3 / year. This reservoir is the first multi purpose reservoir in Indonesia.
Jatiluhur is functioning as PLTA with the biggest limpasan system in the world. Beside that, area Jatiluhur own a lot of adequate recreation facility. For example, hotel and bungalow, bar and restaurant, tennis court, bilyard, encampment, swimming pool, meeting room, medium of recreation, etc. There is also a  water sport, like raw, as fluent as wind, cruiser, water ski, boating and other. In territorial water of Jatiluhur there are also the cultivation of some fish that make the visitor interested.
            I went to this place in 2010, my father recommended us to go there. The first time when we arrived there I think it should be interesting. The first thing that I did with my family is travelling around the barrage with boat. Even the view is only the water, we really enjoyed the view and the wind that made us feeling fresh and free. Not only that, we also visit the cultivation of the fish which is full of the fresh fish. I think this place is good enough for you to remove your weariness.

Kepariwisataan 2.Parangtritis Beach.Diana Stephanie.3SA05



Parangtritis Beach
            Parangtritis Beach is the most popular beach in Yogyakarta. The first time I went there is when my friends and I are taking a holiday  for a couple days in Yogyakarta. Many plans that we made for our holiday but this place became our last destination after we visited another interesting place in Yogyakarta. As we know that Yogyakarta is full of many places that make the visitors interest to visit them.
            In the last day, we went there in the afternoon. We went there in a hurry because it was far from our place to stay. So, we forget to bring any outfit even the clothes for change. After a long journey, finally we arrived in Parangtritis. Honestly, I’m really curious with this beach. From others’ story I knew it must be a very awesome beach.  I proved it when I looked at the beach with my own eyes.
            The wind touched my cheek when I stood in the side of this beach. I really loved the view there. I loved when the wave touched my leg. It gave me a cold and fun sensation. There is also a carriage there to bring the people look around this beach. But we choose to walk trough the beach and take some photos for our memories. In the evening, we decided to go back and look for some foods before we went home.


Senin, 03 Desember 2012

Keadaan Kepariwisataan di Indonesia dilihat dari Berbagai Segi

 
Sebagai warga Indonesia kita patut berbangga hati. Mengingat bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya akan tempat wisata.. Hal ini sendiri cukup menguntungkan bagi Negara, karena mampu menghasilkan devisa yang besar bagi Negara dan meningkatkan perekonomian Negara. Ada beberapa tempat pariwisata yang terkenal di Indonesia. Seperti Bali, Danau Toba, Pulau Komodo, Tangkuban Perahu, Pangandaran, Bunaken,dan Candi Borobudur. Tempat wisata tersebut tidak hanya menguntungkan bagi Negara. Namun juga bagi warga yang tinggal di sekitar daerah wisata tersebut. Kebanyakan warga mengambil keuntungan dengan membuka warung makan di daerah wisata tersebut dengan harga yang sedikit lebih mahal. Tidak hanya itu, warga juga menjual beberapa kerajinan tangan yang biasanya dijadikan oleh-oleh. Warga lainnya biasanya menyewakan beberapa peralatan untuk mendukung daerah pariwisata tersebut. Sebagai contoh yaitu wisata di Bali. Kebanyakan para wisatawan tertarik pada beberapa permainan pantai. Disinilah warga menawarkan jasa berupa peralatan yang nantinya akan disewakan kepada para wisatawan tersebut. Hal-hal tersebutlah yang membuat pemasukan masyarakat sekitar daerah wisata bertambah. Namun, jangan hanya memikirkan soal keuntungan yang didapat dari tempat pariwisata tersebut. Tapi cobalah perhatikan bagaimana keadaan dari daerah pariwisata itu sendiri. Beberapa hal yang berpengaruh akan keadaan kepariwisataan Indonesia dapat dilihat dari segi manajemen, jumlah turis yang datang, perawatan dan perhatian pemerintah terhadap tempat-tempat wisata tersebut.
Dilihat dari segi manajemen, Indonesia merupakan Negara dengan SDM yang cukup lemah dalam memanajemen tempat-tempat wisata di negaranya sendiri.  Hal ini disebakan karena tingginya keinginan untuk mengembangkan kepariwisataan yang tidak disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. Atau dengan kata lain anggaran yang dimiliki Negara tidak cukup untuk mengembangkan kepariwisataan tersebut. Manajemen yang lemah ini membuat Indonesia tidak mampu bersaing dengan negara-negara lain. Mengapa dikatakan seperti itu? Karena negara-negara tersebut mempunyai biaya besar dalam pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kepariwisataan mereka. Masalah lain yang menyebabkan penurunan mutu dari kepariwisataan Indonesia tidak hanya dilihat dari segi keindahan pariwisata itu sendiri. Beberapa masalah yang terjadi di Indonesia mulai dari terorisme, gempa bumi, tsunami, dan banyak hal lainnya juga berpengaruh besar terhadap kepariwisataan. Hal ini lah yang menyebabkan berkurangnya jumlah wisatawan internasional. Dari data-data mengenai hal-hal yang terjadi di Indonesia membuat para turis berpikir dua kali untuk memilih Indonesia sebagai tempat wisata. Hal ini pun sempat berpengaruh terhadap tingkat perekonomian Negara. Menurunnya kunjungan wisatawan internasional juga menyebabkan penurunan devisa bagi Negara. Salah satu contoh yang paling diingat masyarakat adalah peristiwa bom bali. Salah satu peristiwa yang membuat angka penurunan drastis akan kunjungan turis ke Bali. Tidak hanya kunjungan wisatawan internasional namun juga wisatawan dalam negeri. Hal ini tidak hanya berpengaruh terhadap devisa Negara. Namun juga terhadap pemasukan warga di sekitar daerah wisata Bali.
Lalu bagaimana akan peran Pemerintah sendiri terhadap kepariwisataan Negara? Pemerintah sendiri sebenarnya memiliki andil besar dalam meningkatkan kepariwisataan Negara. Tidak hanya menyerahkan semua kepada Menteri Kepariwisataan begitu saja, namun Pemerintah juga harus turut mengambil tindakan dalam mengelola, memelihara serta merawat tempat-tempat wisata tersebut. Pemerintah harus mampu bekerja sama dengan organisasi-organisasi kepariwisataan. Tidak hanya dari segi biaya namun juga dari segi manajemen. Pemerintah harus melihat peluang-peluang yang dapat meningkatkan kepariwisataan Negara. Sehingga, Indonesia mampu bersaing dengan Negara lain. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai kelayakan serta keindahan tempat itu sendiri. Harus ada anggaran biaya yang dikhususkan untuk memperbaiki atau merawat tempat-tempat tersebut. Karena tidak mungkin suatu tempat dapat menarik datangnya pengunjung jika tempat itu sendiri tidak memiliki hal-hal yang layak untuk dinikmati keindahannya. Jika pemerintah sudah mampu mengelola serta memperhatikan hal-hal yang disebutkan diatas, maka sudah pasti kepariwisataan di Indonesia akan berkembang lebih pesat lagi. Tidak hanya itu, kemungkinan besar wisatawan internasional akan kembali datang mengunjungi kawasan-kawasan wisata di Indonesia sehingga devisa Negara dapat meningkat serta memperbaiki perekonomian Negara. Namun bukan berarti hanya Pemerintah yang bertanggung jawab akan kepariwisataan ini. Masyarakat juga harus mampu bekerja sama dengan pemerintah dalam menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan pariwisata. Dengan begitu, kedua belah pihak sama-sama mendapat keuntungan dari berkembangnya kepariwisataan di Indonesia.